Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai perayaan Bakcang Day 2026 yang diselenggarakan oleh Peraga Indonesia di Balai Sahabat Surabaya pada Sabtu (20/6). Acara yang berlangsung santai ini berhasil menghadirkan semangat kebersamaan tanpa mengurangi makna sejarah dan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi Hari Bakcang atau Festival Duanwu.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari berbagai elemen masyarakat dan komunitas Tionghoa di Surabaya. Turut hadir perwakilan dari Komunitas Seni Budaya Nusantara, Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia, Paguyuban Masyarakat Tionghoa, Koko Cici Surabaya, serta Qiandao Ribao. Kehadiran berbagai komunitas ini semakin memperkuat semangat persaudaraan dan pelestarian budaya di tengah masyarakat multikultural Kota Surabaya.
Acara dibuka dengan sesi pengenalan tradisi Duanwu Jie atau Hari Bakcang, yang mengulas sejarah dan filosofi di balik
perayaan tersebut. Melalui narasi yang disampaikan secara ringan dan interaktif, peserta diajak memahami nilai kesetiaan, patriotisme, serta penghormatan terhadap warisan budaya yang menjadi inti dari peringatan Hari Bakcang.
Salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian adalah demo pembuatan bakcang, di mana peserta dapat melihat langsung proses membungkus dan merangkai bakcang dengan teknik tradisional. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan interaksi selama sesi berlangsung.
Tidak hanya mengenalkan budaya, perayaan tahun ini juga menghadirkan unsur edukasi kesehatan melalui sesi talkshow dari Cito Lab. Dalam kesempatan tersebut, peserta memperoleh berbagai informasi
penting mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai bagian dari gaya hidup modern yang sehat.
Suasana semakin meriah dengan sesi perkenalan dan demonstrasi produk dari Atomy
bersama Cheers. Peserta mendapatkan kesempatan untuk mengenal berbagai produk yang diperkenalkan sekaligus mengikuti berbagai aktivitas interaktif yang berlangsung penuh keakraban.
Kemeriahan acara semakin lengkap dengan penampilan spesial dari Megan Swandi. Dengan
suara yang merdu dan penampilan yang penuh percaya diri, Megan berhasil menghibur seluruh tamu yang hadir. Beberapa lagu yang dibawakannya mengundang tepuk tangan meriah dari para peserta dan menciptakan suasana yang semakin hangat serta penuh semangat. Kehadirannya menjadi salah satu daya tarik yang membuat perayaan Bakcang Day tahun ini terasa lebih istimewa dan berkesan.
Sebagai bentuk apresiasi kepada para peserta, panitia juga membagikan berbagai doorprize menarik yang menambah semarak acara. Gelak tawa dan keceriaan tampak menghiasi seluruh rangkaian kegiatan, menciptakan suasana yang hangat dan penuh
kekeluargaan.
Perwakilan panitia menyampaikan bahwa perayaan Bakcang Day bukan hanya sekadar menikmati kuliner khas, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antar komunitas serta menjaga keberlangsungan tradisi budaya agar tetap dikenal oleh generasi muda.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Festival Duanwu dapat terus diwariskan. Selain itu, acara ini menjadi wadah untuk mempererat persahabatan dan kolaborasi antar komunitas di Surabaya. Melihat antusiasme yang begitu besar dari para peserta dan berbagai komunitas yang hadir, kami berharap kegiatan seperti ini dapat diselenggarakan secara berkala, minimal setiap tiga bulan sekali, sehingga silaturahmi, pertukaran wawasan budaya, dan semangat kebersamaan dapat terus terjaga dan berkembang,” ujarnya.
Menurutnya, keberlanjutan kegiatan lintas komunitas menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga keharmonisan sosial sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Tionghoa kepada masyarakat yang lebih luas. Dengan adanya pertemuan rutin, diharapkan semakin banyak kolaborasi positif yang dapat diwujudkan demi memperkuat persaudaraan dan kebhinekaan di Kota Surabaya.
Rangkaian kegiatan Bakcang Day 2026 akhirnya ditutup dengan foto bersama, yang menjadi simbol kebersamaan, persahabatan, dan semangat gotong royong antar komunitas. Momen tersebut sekaligus menjadi penanda keberhasilan acara yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat pemahaman budaya serta mempererat tali silaturahmi di tengah keberagaman masyarakat Surabaya.
Perayaan Bakcang Day yang digelar Peraga Indonesia tahun ini membuktikan bahwa
tradisi dapat terus hidup dan berkembang ketika dirayakan bersama dalam suasana yang inklusif, edukatif, dan penuh kehangatan. Melalui perpaduan antara pelestarian budaya, edukasi kesehatan, hiburan, dan kebersamaan lintas komunitas, acara ini menjadi contoh nyata bagaimana warisan budaya dapat terus relevan dan dinikmati oleh berbagai generasi.