Dari MC hingga penyambut tamu internasional, generasi muda turut membawa semangat keramahan dan persahabatan.
Kehadiran Miss Tionghoa Indonesia turut mewarnai pembukaan Cheng Hoo Cup 2 Surabaya International Veteran Table Tennis Championship, yang berlangsung di GOR CLS Kertajaya, Surabaya, 4–6 September 2026. Turnamen yang diselenggarakan oleh Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia ini mempertemukan atlet veteran dari sejumlah negara sahabat, sekaligus menjadi ruang perjumpaan yang mempererat persahabatan melalui olahraga.
Pembukaan turnamen turut dihadiri perwakilan konsulat jenderal Tiongkok, Jepang, dan Australia. Kehadiran para tamu internasional tersebut menambah makna istimewa bagi ajang yang tidak hanya mengedepankan kompetisi, tetapi juga membawa pesan kebersamaan dan hubungan antarbangsa.
Angel, Membawa Acara dengan Anggun dan Hangat

Salah satu momen menarik adalah kehadiran Angel, Miss Tionghoa Indonesia 2025, yang dipercaya sebagai master of ceremony (MC) dalam acara pembukaan.
Dengan pembawaan yang anggun, komunikatif, dan bersahabat, Angel mampu membawa jalannya acara tetap khidmat tanpa kehilangan kehangatan. Perannya menunjukkan bahwa seorang Miss Tionghoa tidak hanya dituntut tampil percaya diri, tetapi juga memiliki kemampuan berkomunikasi dan membawa suasana dalam berbagai kesempatan.
Bagi Angel, pengalaman ini menjadi bagian dari perjalanan untuk terus belajar, membangun kepercayaan diri, serta mengambil peran dalam kegiatan yang mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Megan dan Chen Aileen, Wajah Ramah Penyambutan Tamu VIP

Selain Angel, Megan dan Chen Aileen turut mengambil peran penting sebagai penerima tamu VIP dan usher. Keduanya membantu memberikan informasi, mengarahkan para undangan, serta memastikan tamu merasa nyaman selama mengikuti rangkaian acara.
Dengan sikap yang informatif, ramah, dan penuh perhatian, Megan dan Chen Aileen turut menyambut para tamu, termasuk undangan dari negara sahabat. Tugas tersebut menjadi pengalaman berharga untuk belajar memahami tata cara penyambutan tamu kehormatan, membangun komunikasi yang baik, dan menunjukkan keramahan sebagai bagian dari generasi muda Indonesia.
Peran mereka mengingatkan bahwa di balik sebuah acara yang berlangsung lancar, terdapat kesiapan, ketelitian, dan kemampuan berinteraksi dengan banyak orang. Menjadi usher bukan sekadar berdiri menyambut tamu, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman memperkenalkan keramahan Indonesia kepada para sahabat dari berbagai negara.


Ketika Olahraga Menjadi Jembatan Persahabatan

Cheng Hoo Cup 2 memperlihatkan bahwa olahraga dapat menjadi bahasa universal yang mempertemukan banyak latar belakang. Di tengah semangat pertandingan, setiap pertemuan, sapaan, dan kebersamaan menjadi bagian dari persahabatan yang terjalin.
Kehadiran Miss Tionghoa Indonesia dalam pembukaan turnamen ini juga memperlihatkan bahwa ajang pageant memiliki ruang yang lebih luas di tengah masyarakat. Tidak hanya berkaitan dengan penampilan, tetapi juga tentang kemampuan berkomunikasi, keramahan, tanggung jawab, dan kontribusi nyata dalam kegiatan sosial, budaya, olahraga, serta berbagai acara yang membawa pesan positif.
Angel, Megan, dan Chen Aileen hadir dengan peran yang berbeda, namun membawa semangat yang sama: menjadi bagian dari Miss Tionghoa Indonesia bukan hanya tentang tampil, tetapi juga tentang memberikan arti dalam setiap kesempatan.
Dari GOR CLS Kertajaya, Surabaya, Cheng Hoo Cup 2 kembali mengingatkan bahwa olahraga bukan hanya tentang memenangkan pertandingan, tetapi juga tentang membangun persahabatan, menghargai perbedaan, dan mempererat hubungan antarmanusia.