Peraga Indonesia Rayakan Hari Ibu dan Festival Dongzhi di Pakuwon City Mall Surabaya

Surabaya, 21 Desember 2025 — Peraga Indonesia menggelar acara spesial dalam rangka memperingati Hari Ibu yang bertepatan dengan Festival Dongzhi di Pakuwon City Mall Surabaya, Minggu (21/12). Mengusung perpaduan budaya, edukasi, dan seni, acara ini berhasil menarik perhatian pengunjung dan menghadirkan suasana hangat serta penuh makna.

Acara ini menjadi istimewa dengan hadirnya talk show edukatif tentang ronde, kuliner khas Festival Dongzhi yang sarat akan filosofi kebersamaan dan kehangatan keluarga. Talk show tersebut dibawakan oleh Angeline Wong, Miss Tionghoa Indonesia 2025, yang mengulas sejarah ronde serta perannya dalam tradisi Tionghoa. Penjelasan tersebut diperkaya oleh Laoshe Wu Huimeng yang menyampaikan materi secara runtut dan mudah dipahami oleh seluruh kalangan.

Tidak hanya menyimak, para peserta juga diajak untuk membuat ronde secara langsung. Aktivitas ini disambut antusias karena memberikan pengalaman budaya yang interaktif, sekaligus memperkenalkan tradisi Dongzhi secara lebih dekat kepada masyarakat.

Suasana acara semakin hangat ketika Angeline Wong membawakan dua buah lagu dengan penuh penghayatan. Penampilannya memberikan sentuhan emosional yang memperkuat makna peringatan Hari Ibu sebagai momentum penghormatan dan rasa terima kasih kepada sosok ibu.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan sesi berkain sederhana dan mandiri yang diperagakan oleh sejumlah model dari Peraga Indonesia. Dalam sesi ini, para model mendapatkan pendampingan langsung dari KCBI (Komunitas Cinta Berkain Indonesia) melalui Ibu Enny Handayani dan Ibu Nunik Dwi Puspita, yang memberikan tutorial cara berkain secara sederhana, praktis, dan tanpa ribet. Dengan pendekatan yang sabar dan detail, sesi ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan serta melestarikan kecintaan terhadap kain Nusantara dengan cara yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Selain KCBI, KKI (Komunitas Kain dan Kebaya Indonesia) juga turut meramaikan acara dengan menghadirkan sesi edukasi tentang kain dan kebaya sebagai identitas budaya bangsa. Materi disampaikan secara interaktif dengan Patricia sebagai host membuat talk show bersama Ibu R. Cathariena Huwae, Wakil Ketua KKI DPC Sidoarjo, serta Ibu Renny Arijani, Ketua KKI DPC Surabaya, semakin menarik, Dalam pemaparannya, KKI mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tetap mencintai dan mengenakan kain serta kebaya dalam berbagai aktivitas sehari-hari,karena kebaya pun bisa di padupadankan menjadi busana yang casual, Selain itu, KKI juga memperkenalkan berbagai kegiatan pelestarian budaya, mulai dari edukasi berkain dan berkebaya, kegiatan komunitas, hingga kampanye penggunaan busana tradisional di ruang publik.

 

Memasuki puncak acara, seluruh model Peraga Indonesia tampil anggun di atas catwalk, menghadirkan suasana yang semakin meriah dan elegan. Penampilan ini menjadi simbol kolaborasi antara dunia fashion, budaya, dan nilai kekeluargaan yang diusung dalam acara tersebut. Acara kemudian ditutup dengan penampilan penuh perasaan dari Megan, Little Miss Tionghoa 2024, yang membawakan sebuah lagu menyentuh hati. Momen penutup ini menjadi semakin haru ketika seluruh model memberikan bunga kepada ibu mereka masing-masing sebagai simbol cinta, penghargaan, dan rasa terima kasih di Hari Ibu.

 

Peraga Indonesia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan berkontribusi sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik. Apresiasi diberikan kepada Chengho, PMTS, Seni Budaya Surabaya, Bara Nusa, Pakuwon City Mall, KCBI, KKI, Unimaxx, Hakiki Donarta, ITCC, Montiss & Favor, Trekker, Le Minerale, serta Darline Bakery, yang telah berperan aktif dalam menyukseskan rangkaian acara ini.

 

Melalui acara ini, Peraga Indonesia tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga ruang edukasi budaya dan refleksi tentang pentingnya peran ibu dalam keluarga. Perpaduan perayaan Hari Ibu dan Festival Dongzhi diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga tradisi, mempererat hubungan keluarga, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan nilai-nilai kebersamaan.

Leave a Reply
Your email address will not be published. *

Click on the background to close