Masjid Cheng Ho Surabaya kembali menjadi pusat perayaan budaya melalui acara “Pagelaran Seni Budaya – Art and Culture in Harmony”, sebuah kegiatan kolaboratif yang melibatkan berbagai elemen komunitas Tionghoa di Surabaya. Acara ini diinisiasi oleh jajaran komunitas seperti PITI (Persatuan Islam Tionghoa Indonesia), PMTS (Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya), dan YHMCHI (Yayasan Haji Muhammad Cheng Ho Indonesia).
Di tengah rangkaian kegiatan yang sarat makna budaya dan harmoni, Miss Tionghoa Indonesia turut hadir untuk memeriahkan acara, sekaligus menunjukkan dukungan mereka terhadap pelestarian seni dan keharmonisan sosial.
Penampilan Miss Tionghoa Indonesia yang Memukau
Sebagai bagian dari kontribusi mereka, para Miss Tionghoa Indonesia tampil dengan beragam bakat seni yang mereka miliki. Mereka bukan hanya hadir sebagai tokoh inspiratif, tetapi juga sebagai duta budaya yang membawa pesan persatuan.
Beberapa penampilan yang disambut antusias oleh pengunjung antara lain:
-
Tari tradisional Tionghoa yang ditampilkan dengan anggun dan penuh ekspresi.
-
Penampilan menyanyi yang menghadirkan nuansa budaya dan keharmonisan.
-
Pameran karya lukis hasil kreativitas para Miss Tionghoa, menambah kekayaan visual pada acara.
Ruang Harmoni di Masjid Cheng Ho
Masjid Cheng Ho—dengan arsitektur Tionghoa yang khas—menjadi tempat yang tepat untuk merayakan keberagaman. Kolaborasi antara komunitas-komunitas Tionghoa Surabaya dengan kehadiran Miss Tionghoa Indonesia menjadikan acara ini simbol kuat persatuan antaretnis dan antaragama.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa seni dan budaya mampu menjadi jembatan yang mempererat hubungan sosial, sekaligus memperkaya identitas kebangsaan.
Penutup
“Art and Culture in Harmony” menjadi bukti bahwa Surabaya adalah kota yang terus merawat nilai toleransi dan keberagaman. Kehadiran Miss Tionghoa Indonesia dalam acara ini menambah warna dan menyampaikan pesan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga harmonisasi budaya.