Surabaya, 30 Agustus 2025 – Kehadiran Miss Tionghoa Indonesia 2024 Lyona, dan Little Miss Tionghoa Indonesia 2024, Megan, menambah kemeriahan dalam acara pembukaan Pameran Kaligrafi, Seni Lukis, dan Fotografi bertema “山有多高,河有多长,欢乐和悲伤一起度过” (Setinggi-tingginya gunung, sepanjang-panjangnya sungai, suka dan duka dilewati bersama).
Pameran ini digelar di Sekolah Khayming, Jl. Lakasantri No.16, Surabaya sebagai bentuk perayaan dan refleksi atas tiga momentum bersejarah:
- 75 tahun hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Indonesia,
- 70 tahun Konferensi Asia Afrika di Bandung,
- 620 tahun pelayaran pertama Laksamana Cheng Ho ke barat.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan penuh makna dengan dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Rektor Universitas Negeri Surabaya (UNESA), perwakilan Gubernur Jawa Timur, Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya, serta sejumlah tokoh masyarakat Tionghoa di Surabaya.
Lyona, Miss Tionghoa Indonesia 2024, menyampaikan rasa bangga dapat hadir di acara bersejarah ini.
“Seni adalah bahasa universal yang mampu menyatukan kita semua. Melalui pameran ini, kita tidak hanya mengenang sejarah hubungan Indonesia dan Tiongkok, tetapi juga merayakan persahabatan dan kebersamaan yang telah terjalin begitu lama. Semoga generasi muda terus melestarikan budaya ini sebagai warisan yang mempererat persaudaraan,” ujar Lyona.
Sementara itu, Megan, Little Miss Tionghoa Indonesia 2024, memberikan komentar ceria dengan gaya khas anak-anak.
“Aku senang sekali bisa datang ke pameran ini! Gambarnya bagus-bagus, warnanya cantik, dan aku bisa belajar banyak tentang sejarah dan kaligrafi. Rasanya seperti jalan-jalan sambil belajar, seru banget! Aku ingin semua teman-teman juga bisa lihat dan ikut senang,” ucap Megan dengan antusias.
Penampilan Seni dan Budaya
Acara pembukaan juga semakin semarak dengan penampilan seni dari berbagai komunitas. Siswa dan guru Sekolah Khayming menampilkan alunan angklung yang harmonis, menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan. Dari Yasanis, pertunjukan Wu Shu memperlihatkan gerakan indah penuh energi yang memukau para tamu undangan.
Tak kalah mengharukan, penayangan film tentang wayang berhasil menyentuh hati penonton dengan pesan kebijaksanaan dan nilai luhur budaya Nusantara. Sebagai penutup, paduan suara Cheng Ho membawakan lagu-lagu penuh semangat persaudaraan, meninggalkan kesan mendalam pada seluruh hadirin.
Selain menyaksikan karya seni kaligrafi, lukisan, dan fotografi yang sarat nilai budaya, kehadiran para pengisi acara menambah kekayaan nuansa kebudayaan dalam perayaan ini. Pameran ini pun tidak hanya menjadi ajang apresiasi seni, tetapi juga momentum mempererat tali persaudaraan dan semangat kebersamaan dalam perjalanan panjang hubungan Indonesia dan Tiongkok.