Perayaan Tahun Baru Imlek di BG Junction Surabaya berlangsung meriah, hangat, dan penuh kebersamaan. Acara yang menjadi momen istimewa bagi masyarakat Tionghoa dan warga Kota Surabaya ini turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting serta elemen masyarakat, mempertegas semangat persatuan dalam keberagaman.
Hadir dalam kesempatan tersebut Bapak Hermawan Santoso selaku Ketua Yayasan Bakti Persatuan, Bapak Alim Markus (Ketua Pembina Yayasan), serta Perwakilan Wali Kota Surabaya, Bapak Tunjung Iswandanu.
Dalam sambutannya, Bapak Tunjung Iswandanu menyampaikan pesan dari Bapak Wali Kota Surabaya bahwa Pemerintah Kota Surabaya berkomitmen untuk terus menjamin nilai-nilai toleransi dan pelestarian budaya di tengah tantangan masa depan yang semakin kompleks.
Beliau juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momen Imlek ini sebagai sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat asimilasi budaya antarwarga Kota Surabaya. Pesan tersebut disambut hangat oleh para tamu undangan yang hadir, mencerminkan semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas Kota Pahlawan.
Turut hadir pula Ibu Indah Kurnia, Anggota DPR RI Komisi IX, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya perayaan budaya yang memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat.
Dipanitiai Muda Mudi PMTS, Wujud Semangat Generasi Muda

Acara perayaan Imlek ini dipanitiai oleh Muda Mudi PMTS (Paguyuban Marga Tionghoa Surabaya) sebagai bentuk nyata kontribusi generasi muda dalam melestarikan budaya sekaligus membangun kebersamaan lintas komunitas. Ketua Panitia, Cici Liong Paskarina selaku Wakil Ketua Umum Muda Mudi PMTS, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas terselenggaranya acara yang berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme.
Menurut Cici Liong Paskarina, perayaan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi wadah mempererat persaudaraan serta menunjukkan bahwa generasi muda Tionghoa Surabaya siap berperan aktif dalam membangun harmoni sosial.
“Kami ingin menghadirkan perayaan Imlek yang bukan hanya meriah, tetapi juga bermakna. Ini adalah momen kebersamaan, kolaborasi, dan bukti bahwa generasi muda mampu menjaga tradisi sekaligus membangun hubungan yang lebih luas dengan seluruh elemen masyarakat Surabaya.”
Ia juga berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan semakin melibatkan berbagai komunitas lintas budaya.
“Harapan kami, Imlek menjadi momentum memperkuat asimilasi budaya dan mempererat persaudaraan antarwarga kota. Semoga semangat kebersamaan ini terus tumbuh dan memberi dampak positif bagi Surabaya.”
Keterlibatan aktif Muda Mudi PMTS dalam kepanitiaan menunjukkan bahwa regenerasi organisasi berjalan dinamis dan penuh semangat kontribusi.
Kehangatan Miss Tionghoa Indonesia

Kehadiran Miss Tionghoa Indonesia menjadi salah satu daya tarik utama dalam perayaan ini. Miss Tionghoa Indonesia 2025, Angelina Virginia Wong, tampil memukau tidak hanya sebagai tamu kehormatan, tetapi juga sebagai Master of Ceremony (MC) yang membawakan rangkaian acara dengan penuh percaya diri, elegan, dan hangat.
Dengan gaya komunikasi yang ramah dan profesional, Angelina secara aktif menyapa para tamu undangan. Kepiawaiannya dalam memandu acara membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar, runtut, dan penuh semangat dari awal hingga akhir.

Tidak hanya itu, Miss Tionghoa Indonesia juga menghadirkan tiga Miss lainnya yang turut mendampingi dan berpartisipasi aktif dalam acara ini, yaitu Ayleene Tanawen, Justicia Christ, dan Megan. Kehadiran mereka semakin memperkaya suasana perayaan, karena para Miss tersebut turut menyapa tamu, berbaur dengan masyarakat, serta membantu mendukung jalannya acara dengan penuh antusiasme.

Interaksi hangat yang terjalin antara para Miss dan pengunjung menjadikan perayaan Imlek ini terasa lebih akrab, bermakna, dan penuh kenangan indah. Kebersamaan tersebut mencerminkan semangat generasi muda Tionghoa Indonesia yang tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga aktif membangun jembatan persaudaraan di tengah keberagaman.
Pesan dan Apresiasi dari Roy Mahieu
Founder Peraga Indonesia, Bapak Roy Mahieu, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya perayaan Imlek yang penuh semangat kebersamaan ini. Menurut beliau, Imlek bukan sekadar perayaan pergantian tahun, melainkan momentum refleksi, pembaruan diri, serta penguatan nilai keluarga dan persaudaraan.
Baginya, Imlek memiliki makna mendalam sebagai simbol harapan baru, keberuntungan, serta kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik melalui kerja keras dan kolaborasi. Ia juga menilai bahwa kehadiran Miss Tionghoa Indonesia dalam acara ini menjadi representasi generasi muda yang mampu menjembatani tradisi dan modernitas.
Beliau berharap agar para Miss Tionghoa Indonesia dapat terus memanfaatkan kesempatan berharga ini untuk menjadi duta budaya yang membawa pesan toleransi, keberagaman, dan semangat persatuan di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Menurutnya, peran generasi muda sangat penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus membangun citra positif komunitas Tionghoa Indonesia di tingkat nasional.
Perayaan Penuh Makna dan Kenangan
Dari satu penampilan ke penampilan berikutnya, suasana kemeriahan terus terasa. Beragam pertunjukan seni dan budaya semakin memperkaya perayaan Imlek tahun ini, menghadirkan nuansa tradisi yang berpadu dengan semangat modernitas.
Perayaan Imlek di BG Junction ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga simbol kuatnya persatuan, toleransi, dan semangat asimilasi budaya di Kota Surabaya. Melalui kebersamaan dan saling menghormati, masyarakat Surabaya menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan untuk menghadapi masa depan yang semakin dinamis.
Semangat Imlek tahun ini menjadi pengingat bahwa harmoni dan persaudaraan adalah fondasi utama dalam membangun kota yang inklusif, berbudaya, dan siap menghadapi tantangan masa depan bersama-sama.